Memahami React Hooks: useState, useEffect, dan useContext

Muhammad Fajrul Amin
FullStack JavaScript Developer
React Hooks mengubah cara kita menulis komponen React. Dengan hooks, kita bisa menggunakan state dan fitur React lainnya tanpa perlu menulis class component.
Revolusi Hooks di React
Sebelum Hooks diperkenalkan di React 16.8, logika stateful hanya bisa ditulis di class components. Hooks memungkinkan kita mengekstrak logika tersebut ke dalam fungsi yang dapat digunakan kembali, membuat kode lebih bersih dan mudah diuji.
useState: Mengelola State Lokal
Hook useState adalah yang paling sering digunakan. Ia mengembalikan sepasang nilai: state saat ini dan fungsi untuk memperbaruinya. Contoh sederhana: const [count, setCount] = useState(0). Setiap kali setCount dipanggil, React akan me-render ulang komponen dengan nilai baru.
useEffect: Menangani Side Effects
Hook useEffect digunakan untuk menangani side effects seperti fetching data, manipulasi DOM, atau subscription. Ia berjalan setelah setiap render secara default, namun kita bisa mengontrol kapan ia berjalan dengan dependency array.
useContext: Berbagi State Antar Komponen
Daripada melewatkan props secara manual melalui banyak level komponen (prop drilling), useContext memungkinkan kita mengakses nilai context dari mana saja dalam pohon komponen. Ini sangat berguna untuk tema, autentikasi, atau preferensi bahasa.
Custom Hooks
Salah satu kekuatan terbesar Hooks adalah kemampuan membuat custom hooks. Dengan mengekstrak logika ke dalam fungsi yang diawali dengan kata "use", kita bisa berbagi logika stateful antar komponen tanpa mengubah hierarki komponen.
Kategori
Tutorial